Memperbaiki laptop sendiri
Sekitar sebulan yang lalu saya bawa laptop milik kakak
saya dengan kondisi rusak komplikasi diantaranya, keyboard tidak berfungsi,
lemot, dan lcd bergaris vertical. Saya bawa dengan tujuan awal diperbaiki ke
tukang servis laptop untuk saya pakai sendiri yang kebetulan belum punya laptop
sendiri, ya maklum meskipun sebenarnya mampu beli tapi uangnya lebih diprioritaskan pada kebutuhan yang lebih penting. Berhubung
saya malas bawa ke tukang servis, saya pun coba untuk mencari tahu tentang
kerusakan laptop mulai dari masuk os yang sulit dikarenakan kerusakan pada
keyboard internal. Akhirnya saya beli keyboard eksternal dan bisa masuk os
karena perlu pencet tombol dulu, saya pun cari tahu kerusakan pada keyboard
internalnya. Dan ternyata akibat dari kerusakan keyboard itu sering terpencet
tombol tertentu secara terus menerus, ada tombol-tombol yang tidak berfungsi
ada juga yang berfungsi tapi ada sebagian tombol huruf berubah jadi angka dan
tombol fn pun tidak berfungsi. Akhirnya saya cari tahu di google ternyata
driver keyboard harus dirubah pada driver yang tidak compatible agar keyboard
internal tidak berfungsi otomatis kerusakan tombol yang terpencet terus-menerus
jadi hilang, tapi sangat disayangkan pula touchpad tidak berfungsi karenanya,
sayapun pasang mouse sebagai pengganti touchpad.
Ok lah satu langkah lebih baik yang saya lakukan, setelah
itu saya coba membawa laptop ke wifi.id corner (Telkom) agar bisa browsing,
sreaming dan download sepuasnya, ternyata jauh dalam lubuk hati yang paling
dalam saya belum puas karena internetan pakai mouse dan virtual keyboard bawaan
windows, kenapa tidak pakai keyboard eksternal saja? Ya tambah ribetlah apalagi
malu juga dilihat orang sekitar, disitu saya berfikir untuk mengganti keyboard
sendiri.
Selanjutnya mulai cari tahu cara ganti keyboard laptop
dengan merk acer aspire 4352, ketemu di youtube dan saya mulai cari keyboard di
tokopedia, setelah cari dengan harga bervariasi akhirnya ketemu dengan harga 50rb
an horeeee :D. Sayapun langsung beli dan tinggal nunggu beberapa hari akhirnya
datang juga, langsung saya terapkan cara
bongkar pasang keyboard tadi. Alhamdulillah keyboard berhasil dipasang dan
bekerja dengan baik. Biaya servis ganti keyboard laptop yang digadang-gadang
berkisar 350ribuan akhirnya terbantahkan dengan usaha saya yang Cuma modal
50rb. Tidak puas disitu masalah lemot pun saya coba bereskan dengan
membersihkan aplikasi-aplikasi yang tidak penting, saat laptop masih dipakai
kakak saya sebagai pengguna awam biasanya keseringan internetan menyebabkan ada
aplikasi-aplikasi yang otomatis terinstal sendiri seperti baidu browser, baidu
pc faster, toolbar browser dan yang mirip-mirip. Setelah semua bersih langsung
upgrade os windows 7 ke windows 10, hingga update windows 10 di wifi.id corner,
pakai antivirus bawaan yaitu windows defender yang update virus definition
terbaru, dalam hal ini saya tidak pakai antivirus lain karena memperlambat
kinerja laptop.
Masih tidak puas karena lcd masih bergaris vertical, saya
coba cari tahu di youtube, ketemu langsung saya terapkan dengan mulai
membongkar casing yang menutup layar lcd, awalnya sempat mengalami kesulitan
saat membuka casing karena terpasang rekat sekali tapi akhirnya bisa terbuka
juga, kesulitan juga mencari bagian lcd yang ada tulisannya “don’t touch”
(sesuai petunjuk di youtube) tapi akhirnya ditemukan dibalik layar lcd.
Solusinya Cuma cari letak penyebab munculnya garis dengan menekan area “don’t
touch” sedikit demi sedikit, kalau garis menghilang berarti disitulah nanti diberi
ganjalan agar garis di lcd tidak muncul. Dan akhirnya ketemu, saya beri
ganjalan dari kertas dan casing dipasang lagi.
Alhamdulillah, semua masalah sudah teratasi dengan usaha
sendiri yang lebih hemat biaya daripada diperbaiki di tukang servis yang ditaksir
menelan biaya hingga jutaan rupiah (mulai lebay :D tapi beneran serius).
Blog ini saya buat di laptop yang saya ceritakan ini,
harapannya semoga laptop ini lebih awet dan tahan lama agar bisa memposting
banyak blog-blog dikemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar