Selasa, 02 Agustus 2016

7 Penyebab Tingginya Tingkat Konsumsi Kita Terhadapa Dunia Online

PENDAHULUAN


Sejak boomingnya keberadaan pasar smartphone Blackberry, IOs, dan terutama Android, Sekarang kita berada di puncak kejayaan Dunia Online yang membuat kita saling terhubung antara satu sama lain dan kita sebagai konsumen secara tidak sadar terjebak pada tingkat konsumtif yang semakin tinggi (daripada sebelumnya) dan membunuh pelan pelan dunia Nyata kita.

Berikut penyebab tingginya tingkat konsumsi kita terhadap dunia online:









1. SOSIAL MEDIA



Menjamurnya Sosial Media dimulai dari facebook, mungkin saat ini facebook sudah tidak sepopuler dan seheboh dulu tapi saat ini pengguna Facebook sudah mencapai 1,44 Mliliar pengguna aktif. Seolah tiada habisnya ikutan Twitter yang menghebohkan Sosial Media dengan 302 juta pengguna aktif, dan ane rasa saat ini Instagram semakin populer karena sudah mencapai 500 juta pengguna dan ada sekitar 300 juta pengguna aktif. Sedemikian polpulernya Sosial Media diikuti pula aplikasi massanger seperti Blackberry Massanger, Whatsapp, dan banyak tiruan lainnya.



Kenapa kita begitu konsumtifnya terhadap Sosial Media? Menurut ane, karena membuat kita lebih eksis serasa artis (karena bisa dilihat banyak orang) apalagi saat kita update status ataupun posting foto narsis dengan background yang keren abis (alam, pacar, barang mewah dll) meskipun dompet kita tipis.



 2. HAMPIR SEMUA APLIKASI BERBASIS ONLINE



Saat ini sebagian besar aplikasi harus online untuk bisa mengoperasikannya terutama aplikasi berbau jejaring sosial, akibatnya kita mau tidak mau beli paket internet secara berkala.



3. DUNIA ONLINE YANG SERING UPDATE



Gak update status dan foto saja yang menggila.. tapi Aplikasi sama Os / smartphone yang ikut ikutan gila update. Ane ambil kebanyakan orang saja nih.. sekarang kebanyakan orang pakai smartphone Andriod, kita tahu kalau aplikasinya selalu update berkala dan kita secara tidak sadar diharuskan update, bahkan ada beberapa aplikasi jika tidak dilakukan update, yang lama tidak bisa diakses. Mungkin kita prioritaskan pada aplikasi Media Sosial, Browser, Toko Online, dan game online dll, menurut ane itu sudah cukup konsumtif.




Masih pada kebanyakan orang yang pakai Android smartphone, kita tahu Android selalu merilis update terbaru di tiap tahunnya. Dari mulai jaya jayanya Android Jelly Bean hingga saat ini akan rilis Android Nougat. Ane sendiri merasa dipusingkan dengan hal ini, seolah olah tiap tahunnya dituntut harus ganti smartphone. Bagi masyarakat kalangan menengah kebawah merasakan dilema akan hal itu khususnya bagi anak muda kayak ane ini. Ini salah satu penyebab terbesar kita semakin konsumtif.



4. GAME ONLINE ADIKTIF




Yang satu ini lebih banyak menjangkit pada anak muda hingga yang terbanyak anak anak. Dan tak bisa dipungkiri orang dewasa pun ikut terlibat. Mungkin dulu game online lebih banyak pada perangkat Komputer sekarang sudah banyak mewabah di smartphone kita. Ane gak begitu tahu tentang game online di PC, mungkin DOTA, Warcraft, Point Blank, dan LOL yang sering ane denger. Itupun ane Cuma tahu dari teriakan anak anak kecil yang pada main di Warnet game online yang bikin risih kuping ane.

Kalau di smartphone ane banyak yang tahu, mulai dari Clash of Clans (COC), Let’s Get Ritch (LGR), Clash Royale, dan sekarang yang lagi heboh Pokemon Go.

Game online secara tidak disadari buat kita menghabiskan waktu, uang, tenaga dan pikiran kita untuk memainkannya. Maka tidak salah kalau ini menjadi salah satu penyebab sisi konsumtif dalam berbagai hal.



5. SEARCH ENGINE




Mesin Pencari terpopuler seperti Google selalu menjadi tujuan utama kebanyakan orang untuk mencari tahu akan sesuatu dengan begitu mudah. Tanpa harus cari di buku, Tanpa harus Tanya orang, tanpa harus mengunjunginya langsung cukup cari di Mbah Google pasti kebanyakan ketemu.

Apalagi kalau kita cari konten data seperti lagu, aplikasi, video, atau film. Kalau sudah ketemu biasanya kita akan mendownloadnya. Dan ini yang yang membuat kita semakin konsumtif.



6. YOUTUBE




Youtube yang juga merupakan social media ane bahas sendiri disini. Sekarang Youtube sudah diakses oleh kebanyakan orang. Entah kenapa pastinya, tapi ane rasa karena kita lebih mudah menonton video yang kita cari atau butuhkan ataupun sukai tanpa perlu mendownloadnya dulu (streaming).

Di sana ada banyak video berkonten edukasi, humor, berita, dll atau yang sedang heboh ditonton, dan ini yang bikin orang semakin penasaran. Dibalik itu semua kita sebagai konsumen sadar bahwa youtube merupakan momok data internet yang paling menakutkan karena disamping banyak disukai tapi banyak pula data yang harus dipakai untuk mengaksesnya. Menurut ane Untuk satu video di youtube saja bisa menghabiskan 50 – 100 MB kuota internet.



7. PAKET DATA INTERNET YANG TIDAK RAMAH KONSUMEN




Seiring tingkat konsumtif kita yang semakin tinggi tapi tidak dibareingi dengan paket data internet yang ramah dengan konsumen bikin kita semakin tekor dibuatnya. Kalaupun seimbang, kita malah akan semakin konsumtif.

Oke, ane tahu dimana mana sudah ada WIFI Gratis, menurut ane ini gak berdampak besar bagi kita yang gila akan internet. Karena ada beberapa hal penyebabnya seperti, malas keluar rumah, diluar hujan, wifi gratis kebanyakan di warkop kalau masih punya harga diri harus beli sesuatu minimal kopi secangkir untuk beberapa jam.

Balik ke paket data internet yang disediakan Operator kebanyakan sekarang pakai paket kuota dengan harga yang menurut ane gak seimbang dengan kebanyakan orang yang menengah kebawah. Itupun yang sekarang sebagian kuotanya hanya bisa dinikmati pengguna 4G dan kebanyakan kita pakai 3G alhasil koutanya mubazir. Dan dibatasi oleh waktu misal jam 00:00-06:00 dengan kuota melimpah dan pada jam 06:00-00:00 dengan kuota miskin. Masak kita harus sering sering begadang agar bisa leluasan mengakses internet? Padahal dijam2 produktif lah kita lebih membutuhkan akses internet.

Itu yang paket kuota, gimana untuk yang paket unlimited? Yang ini menurut ane malah yang paling mengenaskan. Kebanyakan dari paket unlimited selalu dan selalu ada batas FUP (Fair Usage Policy) maksudnya kalau kita beli paket unlimited ada aturannya kalau sudah mencapai batas kuota tertentu kecepatan internetnya akan menurun ke batas kecepatan tertentu. Menurut ane dari semua paket diatas “sama juga bohong”.

Akibat dari semua itu sampai ada kebiasaan dari beberapa orang yang beli kartu perdana dengan kuota melimpah, jika sudah habis kuotanya, dibuang kartunya.

Sekarang kalau kita sudah frustasi dengan paket internet yang disediakan operator, wifi gratis gak bisa selalu ada untuk kita, sekarang kita coba melirik langganan internet rumahan seperti Indihome dari Telkom.

Menurut ane sih langganan Internet seperti ini salah satu solusi yang ane pertimbangkan. Meskipun ada beberapa hal kendala, mungkin dari segi keuangan kita tiap bulannya. Ini akan menjadi solusi bagi kita yang punya keluarga yang konsumtif akan internet tapi secara tidak langsung kita akan semakin konsumtif.






PENUTUP 

Bagi yang bisa menambahan silahkan di komen. Dan sebagian besar tulisan ane diatas memang curcol, tapi mungkin kalian semua mengalaminya. Ane harap kita semua bisa lebih membatasi tingkat konsumsi kita terhadap dunia online dengan sering berinteraksi langsung di dunia nyata.Dikutip dari thread ane di Kaskus.Inilah 7 Penyebab Tingginya Tingkat Konsumtif Kita terhadap Dunia Online

Senin, 28 Maret 2016

Memperbaiki laptop sendiri



Sekitar sebulan yang lalu saya bawa laptop milik kakak saya dengan kondisi rusak komplikasi diantaranya, keyboard tidak berfungsi, lemot, dan lcd bergaris vertical. Saya bawa dengan tujuan awal diperbaiki ke tukang servis laptop untuk saya pakai sendiri yang kebetulan belum punya laptop sendiri, ya maklum meskipun sebenarnya mampu beli tapi uangnya lebih diprioritaskan pada kebutuhan yang lebih penting. Berhubung saya malas bawa ke tukang servis, saya pun coba untuk mencari tahu tentang kerusakan laptop mulai dari masuk os yang sulit dikarenakan kerusakan pada keyboard internal. Akhirnya saya beli keyboard eksternal dan bisa masuk os karena perlu pencet tombol dulu, saya pun cari tahu kerusakan pada keyboard internalnya. Dan ternyata akibat dari kerusakan keyboard itu sering terpencet tombol tertentu secara terus menerus, ada tombol-tombol yang tidak berfungsi ada juga yang berfungsi tapi ada sebagian tombol huruf berubah jadi angka dan tombol fn pun tidak berfungsi. Akhirnya saya cari tahu di google ternyata driver keyboard harus dirubah pada driver yang tidak compatible agar keyboard internal tidak berfungsi otomatis kerusakan tombol yang terpencet terus-menerus jadi hilang, tapi sangat disayangkan pula touchpad tidak berfungsi karenanya, sayapun pasang mouse sebagai pengganti touchpad.
Ok lah satu langkah lebih baik yang saya lakukan, setelah itu saya coba membawa laptop ke wifi.id corner (Telkom) agar bisa browsing, sreaming dan download sepuasnya, ternyata jauh dalam lubuk hati yang paling dalam saya belum puas karena internetan pakai mouse dan virtual keyboard bawaan windows, kenapa tidak pakai keyboard eksternal saja? Ya tambah ribetlah apalagi malu juga dilihat orang sekitar, disitu saya berfikir untuk mengganti keyboard sendiri.
Selanjutnya mulai cari tahu cara ganti keyboard laptop dengan merk acer aspire 4352, ketemu di youtube dan saya mulai cari keyboard di tokopedia, setelah cari dengan harga bervariasi akhirnya ketemu dengan harga 50rb an horeeee :D. Sayapun langsung beli dan tinggal nunggu beberapa hari akhirnya datang juga,  langsung saya terapkan cara bongkar pasang keyboard tadi. Alhamdulillah keyboard berhasil dipasang dan bekerja dengan baik. Biaya servis ganti keyboard laptop yang digadang-gadang berkisar 350ribuan akhirnya terbantahkan dengan usaha saya yang Cuma modal 50rb. Tidak puas disitu masalah lemot pun saya coba bereskan dengan membersihkan aplikasi-aplikasi yang tidak penting, saat laptop masih dipakai kakak saya sebagai pengguna awam biasanya keseringan internetan menyebabkan ada aplikasi-aplikasi yang otomatis terinstal sendiri seperti baidu browser, baidu pc faster, toolbar browser dan yang mirip-mirip. Setelah semua bersih langsung upgrade os windows 7 ke windows 10, hingga update windows 10 di wifi.id corner, pakai antivirus bawaan yaitu windows defender yang update virus definition terbaru, dalam hal ini saya tidak pakai antivirus lain karena memperlambat kinerja laptop.
Masih tidak puas karena lcd masih bergaris vertical, saya coba cari tahu di youtube, ketemu langsung saya terapkan dengan mulai membongkar casing yang menutup layar lcd, awalnya sempat mengalami kesulitan saat membuka casing karena terpasang rekat sekali tapi akhirnya bisa terbuka juga, kesulitan juga mencari bagian lcd yang ada tulisannya “don’t touch” (sesuai petunjuk di youtube) tapi akhirnya ditemukan dibalik layar lcd. Solusinya Cuma cari letak penyebab munculnya garis dengan menekan area “don’t touch” sedikit demi sedikit, kalau garis menghilang berarti disitulah nanti diberi ganjalan agar garis di lcd tidak muncul. Dan akhirnya ketemu, saya beri ganjalan dari kertas dan casing dipasang lagi.
Alhamdulillah, semua masalah sudah teratasi dengan usaha sendiri yang lebih hemat biaya daripada diperbaiki di tukang servis yang ditaksir menelan biaya hingga jutaan rupiah (mulai lebay :D tapi beneran serius).
 
Blog ini saya buat di laptop yang saya ceritakan ini, harapannya semoga laptop ini lebih awet dan tahan lama agar bisa memposting banyak blog-blog dikemudian hari.